Minggu, 26 Juni 2011

Mau Tahu Kisah 'makhluk gaib' di Perut Nenek di Kresek?

Mau Tahu Kisah 'makhluk gaib' di Perut Nenek di Kresek?

Azis Turindra |

Tangerang - Soal harta dan perebutannya, termasuk warisan, tak jarang memang menimbulkan masalah dalam keluarga. Terlebih dari sisi nilai, harta itu tergolong banyak. Tak jarang perseteruan keluarga besar muncul.

Kisah di bawah ini misalnya, konon juga lahir dari perseteruan keluarga besar yang berujung pada perebutan harta warisan nenek moyang. Semoga pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah inspiratif berikut ini, sebagaimana disampikan Suhendar kepada www.today.co.id, Rabu (20/4/2011).

Sakit yang diderita Amsiah (65) ternyata bukan sakit biasa. Dalam penyidikan ahli medis di rumah sakit Cikupa setelah dirawat 2-3 hari, akhirnya direkomendasikan untuk USG perutnya. Dari sinilah muncul penampakan sosok hitam aneh dalam perut si nenek.

Ada yang bilang itu seperti kuntilanak di perut, jin, dan juga menurut keterangan lain menyebut, itu seperti 'orang utan' yang sebangsa jin dan setan yang sengaja dikirim ke perut melalui cara magis.

Perut nenek yang secara usia sudah tidak memungkinkan hamil ini, ternyata membuncit dan terasa begitu sakit. Awalnya pihak keluarga juga mengira sakit biasa, terlebih si nenek juga belum pernah punya riwayat sakit perut yang parah begini. Meskipun ada juga firasat lain yang disampaikan sang anak, Suhendar, bahwa kemungkinan ada orang yang tak suka dan mengirimkan penyakit dengan cara gaib.

Pihak kedokteran awalnya menyuruh dilakukan operasi dan langkah penanganan penyakit yang muncul di perut si nenek. Namun dengan pertimbangan lain, termasuk pemahaman Suhendar dan kecurigaan adanya penyakit kiriman semacam 'santet', maka dia justru menyarankan agar ibunya dibawa pulang saja dan diobati sendiri di rumah.

Akhirnya Amsiah yang masih merasa sakit perut dibawa pulang ke rumahnya di daerah Kresek, Kabupaten Tangerang. Bagi Suhendar, anak si nenek, kisah sakit si ibu sudah dialami sejak November 2010 lalu. Setelah lama tidak menjenguk ibunya, suatu hari Hendar menemukan sang ibu tiba-tiba sakit perut. Meski merasa aneh dan memiliki perasaan bahwa penyakit sang ibu berbeda, layaknya penyakit yang dibikin, Hendar tetap belum mau meyakini hingga akhirnya dibawa ke ruah sakit ini.

Setelah pulang dan berdasarkan beberapa pengalaman yang dimiliki Hendar, akhirnya dia sendiri yang mengobati sang ibu. Ia mulai dengan mendekatkan diri pada Allah dengan berdoa, lalu menyiapkan air putih sebagai media untuk pengobatan yang ia lakukan. Hendar menyebut, Doa yang dilakukan semuanya berasal dari kitab suci al-Qur'an, seperti yang ia pelajari dari gurunya. Setelah meminum air doa itu, memang kondisi sang ibu berangsur-angsur mulai membaik, bahkan sejak Januari  akhir lalu, sang Ibu sudah dianggapnya sembuh.

Bagi Hendar, ini cara berbuat baik pada ibunya, termasuk mengobati dan mendoakan, termasuk selain air putih, sekali waktu Hendar diselingi juga dengan tambahan air yang dicampur dengan daun sirih. Memang secara medis, daun sirih adalah tanaman obat dan antiseptik yang bisa menghilangkan bakteri dan sebagai pembersih badan dari bakteri yang sering menghinggapi tubuh manusia.

Hendar sendiri mengakui bahwa ia belajar pengobatan ini dari gurunya dan secara otodidak baru ia praktekkan dan ia beranikan diri mengobati sang ibu. Dalam pengobatan mengusir santet dan sejenisnya ini, memang si pasien tidak memiliki pantangan dalam makanan. Apa saja bisa, sebab tidak ada hubungan dengan jenis santet yang dikirim, mungkin berbeda bila sakitnya akibat faktor lain yang mengharuskan dirinya berpantang makanan.

Bagi Hendar, pengobatanyang dilakukan hanya sedikit berbeda dari ruqyah yang dibacakan al-Qur'an dengan suara keras (jahr), sementara dia melakukan dengan sirr. Pengiriman santet atau sejenisnya ini umumnya akan dikirim menggunakan media lain, dan yang dialami sang ibu, itu dilakukan menggunakan media lidi aren yang juga ada di perutnya. Ini dilakukan dengan cara bertahap dan dengan tujuan untuk menyakiti bahkan hingga efeknya bisa meninggal.

Dari penelusuran Hendar, memang dia menemukan beberapa sumber dan orang-orang yang kemudian datang dan meminta maaf kepadanya, bahwa ada orang lain yang masih kerabat sendiri yang mengirimkan penyakit ini. Mereka konon bermaksud membuat keluarga Hendar sibuk yang pada gilirannya mereka bisa menguasai tanah warisan keluarga dan mengambil atau menjualnya dengan mudah.

Yah, motif yang seringkali membutakan mata dan menghilangkan akal sehat, sehingga memacu banyak orang untuk berbuat nekad dan berani mengambil resiko yang tak sembarangan, termasuk melakukan 'santet' dan ritual gaib dan magis lain yang juga masih mereka percaya.

Benar dan tidaknya motif yang muncul dalam perebutan keluarga ini, tetap harus ditemukan jalan keluar terbaik sehingga amarah tak meletup dan masih terkendali, terlebih sudah muncul indikasi penggunaan cara magis dan gaib yang tentu melibatkan persekutuan dengan makhluk halus. Kalau sudah demikian, tentu juga memiliki dampak yang juga 'halus' yang bisa jadi akan melahirkan hal yang jauh membahayakan secara akl dan pikiran manusia yang waras ini. (imm/imm)

NB: maaf pak saya meluruskan sedikit boleh ya?..bahwa ibu Amsiah perutnya tdk mengalami pembengkakan sedikitpun.tempat kejadian di kp.Pabuaran Ds.Munjul Kec.Solear Kab.Tangerang -Banten.dan yg tinggal di Kresek itu saya tepatnya di PonPes Subulussalam(Suhenda)


Share

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar